Sunday, April 29, 2012

Seminar Zahir

Di era teknologi ini, sebagai mahasiswa dengan almamater unversitas gunadarma, yang membidangi jurusan akuntansi, kami sangat membutuhkan software- software akuntansi yang dapat memberikan kemudahan dan pemahaman dalam bidang kami. Beberapa software yang telah kami pelajari seperti, Dea easy Accounting, Myob Premier, Audit Command Language, dan beberapa software lainnya. Kemudian Zahir hadir sebagai salah satu software Akuntansi yang bisa diandalkan. Zahir Accounting adalah sebuah software yang diciptakan untuk mempermudah user dalam mencatat transaksi. Layaknya MYOB software zahir bersifat user friendly. Zahir Accounting merupakan sebuah program akuntansi berbahasa Indonesia, mudah digunakan, berkualitas dan berdaya guna tinggi, dirancang tepat dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.


Lebih dari 250 laporan keuangan, penjualan, pembelian, analis barang dan berbagai laporan lainnya tersedia pada Zahir dengan berbagai format. Zahir memliki modul persediaan yang lengkap yang dapat mengelompokkan jenis barang,group barang, perhitunngan HPP otomatis dengan metode FIFO,LIFO dan Average. Selain itu Zahir dapat menghitung penyusutan dengan berbagai metode dan membuat jurnal penyusustan secara otomatis.
Kegunaan dari Software Zahir diantarany :
  • Dapat mengelola data pelanggan dan data vendor
  • Mudah mengelola hutang piutang jatuh tempo,mencetak invoice,faktur pajak secara otomatis,laporan stok dll.
  • Mendapatkan info produk terlaris,produk dengan margin tertinggi dan sebagainya.

            Dengan adanya software ini, maka diharapkan akan menambah kemudahan dalam membuat laporan yang handal, dapat dipahami, dan jujur. Karena kekuatan dari sebuah informasi adalah kejujuran dan Pengungkapan yang jelas dan terbuka. dengan fitur yang user friendly, cocok untuk membantu usaha-usaha kecil menengah dalam pencatatan transaksi juga penyajian laporan keuangan.





Refrensi : Hasil seminar  "Mewarnai ICT Masa Depan Melalui Penguasaan Sistem Informasi Akuntansi" (Zahir Accounting).










Wednesday, April 25, 2012

Kupu- kupu yang ingin terbang

Rasa senang menyelimuti setiap saat..
inilah hari, inilah waktu, inilah jalan, inilah hidup..

Sayap ini rasanya ingin lebih cepat bergerak dan terbang menikmati indahnya alam ciptaan Allah..
                                                                           ***

Semakin aku beranjak dewasa dengan berbagai pelajaran dan pengalaman yang ku rasakan hingga kini. Aku merasa harus benar- benar memiliki rasa hormat, patuh, cinta, sayang yang akan selalu kucurahkan untuk ayah dan mamaku..
Ayahku yang sudah tenang disana, disisi Allah, membuat pacuan untuk diriku agar dapat membuat ayah lebih bahagia dengan melihat aku dapat membahagiakan mama..

Wednesday, April 18, 2012

Bab VII Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

1. Perubahan Harga

Perubahan nilai mata uang
Perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi (deflation).
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran. Jadi laju inflasi per tahun dalam suatu negara mungkin berkisar sekitar 5%, sementara harga satu unit apartemen dengan satu kamar tidur mungkin meningkat sebesar 50% selama periode yang sama.
2. Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan Selama Periode Perubahan Harga
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi awalnya jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva yang lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba dinilai lebih tinggi. Ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi :
(1) proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis,
(2) anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja, dan
(3) data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan. Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan :
a.Kenaikan dalam proporsi pajak.
b.Permintaan deviden lebih banyak dari pemegang saham.
c.Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari pada pekerja.
d.Tindakan yang merugikan dari negara tuan rumah (pengenaan pajak lebih besar).
 3. Jenis Penyesuaian Inflasi
  •  Penyesuaian Tingkat Harga Umum
Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum (daya beli) disebut sebagai mata uang konstan biaya histories atau ekuivalen daya beli umum. Jumlah mata uang yang belum disesuaikan sedemikian rupa disebut sebagai jumlah nominal. Sebagai contoh, selama periode kenaikan harga, aktiva berumur panjang yang dilaporkan didalam neraca sebesar biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata uang nominal
  • Penyesuaian Biaya Kini
Model biaya kini berbeda dengan akuntansi yang konvesional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode (tanpa memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan kapasitas produktif atau modal fisik perusahaan.

4. Sudut Pandang Internasional Terhadap Akuntansi Inflasi
Berbagai negara telah mencoba metode inflasi yang berbeda. Praktik aktual juga mencerminkan pertimbangan paragmatis seperti parahnya laju inflasi nasional dan pandangan pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh angka akuntansi inflasi. Mengamati beberapa metode akuntansi inflasi yang berbeda sangat bermanfaat pada saat menilai kondisi paling mutakhir saat ini.
Amerika Serikat
Pada tahun 1979, FSAB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (statement of financial accounting standards-SFAS) No. 33. Berjudul “pelaporan keuangan dan perubahan harga”, pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan dan aktiva tetap.
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS No.33 mengemukakan bahwa :
1. Pengungkapan ganda yang diwajibkan oleh FASB membingungkan.
2. Biaya untuk penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar.
3. Pengungkapan daya beli konstan biaya historis tidak terlalu bermanfaat bila dibandingkan data biaya kini.
Inggris
Komite Standar Akuntansi Inggris (Accounting Standard Commitee-ASC) menerbitkan Pernyataan Standard Praktik Akuntansi 16 (Statement Of Standard Accounting Practice-SSAP 16). Perbedaan SSAP 16 dengan SFAS 33 yaitu :
1. Apabila standar AS mengharuskan akuntansi dolar konstan dan biaya kini, SSAP 16 mengadopsi hanya metode biaya kini untuk pelaporan eksternal.
2. Apabila penyesuaian inflasi AS berpusat pad laporan laba rugi, laporan biaya kini di Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini, beserta pencatatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan :
1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya historis.
2. Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini.
3. Menyediakan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai.
Badan Standar Akuntansi Internasional
IASB telah menyimpulkan bahwa laporan posisi keuangan dan kinerja operasi dalam mata uang lokal menjadi tidak berarti lagi dalam suatu lingkungan yang mengalami hiperinflasi. Secara khusus laporan keuangan suatu perusahaan yang melakukan pelaporan dalam mata uang perekonomian hiperinflasi, apakah didasarkan pada kerangka penilaian biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai dengan daya beli konstan pada tanggal neraca. Aturan ini juga berlaku untuk angka terkait dalam periode sebelumnya. Keuntungan atau kerugian daya beli yang terkait dengan posisi kewajiban atau aktiva moneter bersih dimasukan kedalam laba kini. Perusahaan yang melakukan pelaporan juga harus mengungkapkan :
a. Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukuran telah dilakukan
b. Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan dalam laporan keuangan utama yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini
c. Identitas dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan perubahannya selama periode pelaporan
d. Keuntungan atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut

5. Isu- isu mengenai inflasi
Terdapat 4 isu akuntansi inflasi diantaranya :
  1. Apakah dolar konstan atau biaya kini yang lebih baik mengukur pengaruh inflasi.
  2. Perlakuan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi.
  3. Akuntansi inflasi luar negeri.
  4. Menghindari fenomena kejatuhan ganda.

Sumber:
Choi Federick D.S dan Gary K.Meek.2005.Akuntansi internasional.edisi kelima.jakarta-salemba empat.

Tuesday, April 17, 2012

Bab VI Translasi Mata Uang Asing

A.    Alasan Translasi Mata Uang Asing 
  • Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi mata uang asing (translation). 
  •  Tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing: mencatat transaksi mata uang asing, memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang, dan berkomunikasi dengan peminat saham asing. 
A.    Latar Belakang dan Terminologi 
  • Neraca mata uang asing ditranslasikan terhadap padanannya mata uang domestik oleh nilai tukar mata uang asing: harga satu buah unit mata uang diartikan dalam mata uang lainnya. Mata uang pada perdagangan negara-negara utama dibeli dan dijual pada pasar global. Peserta pasar dihubungkan oleh jaringan komunikasi modern. Dengan menyediakan tempat untuk para peminat dan penjual mata uang, pasar translasi mata uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional, memungkinkan pembelian internasional secara kredit, serta memberikan cara yang baik bagi individu ataupun perusahaan untuk berjaga-jaga dari nilai mata uang yang tidak stabil. 
  • Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap.
  A.    Masalah
  •  Fluktuasi mata uang meningkatkan nilai tukar mata uang asing yang dapat digunakan pada proses translasi mata uang asing serta menciptakan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing
A.    Efek Laporan Keuangan terhadap Kurs Alternatif Translasi Mata Uang Asing 
  • Tiga kurs translasi yang dapat digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik, yaitu (1) kurs saat ini (kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan); (2) kurs historis (translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul); dan (3) kurs rata-rata (nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat ini). 
  •  Tipe penyesuaian transaksi yaitu (1) gains and losses settled transactions (keuntungan dan kerugian pada transaksi stabil), muncul walaupun nilai tukar pada pembukuan transaksi awal berbeda dengan tingkat pada pencapaian; (2) gains or losses unsettled transactions (keuntungan dan kerugian pada transaksi tidak stabil), muncul saat laporan keuangan dipersiapkan sebelum transaksi disetujui. 
  •  Transaksi mata uang asing akan muncul saat perusahaan membeli atau menjual produk yang pembayarannya menggunakan mata uang asing atau juga pinjam-meminjam dengan mata uang asing
  •  Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian transaksi yaitu perspektif transaksi tunggal dan perspektif transaksi ganda.
A.    Translasi Mata Uang Asing
  •  Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai metode untuk menunjukkan aset, utang, pendapatan, dan beban dalam mata uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang asing. Metode translasi mata uang asing seperti ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe: (1) metode nilai tukar tunggal; dan (2) metode nilai tukar ganda (terdiri dari metode current-noncurrent, metode moneter-nonmoneter, dan metode kurs sementara 
  • Metode translasi mata uang asing yang berbeda memberikan hasil akuntansi yang bervariasi. Untuk menjaga dari pengaruh laporan keuangan karena pergerakan mata uang, manajer keuangan mungkin akan melakukan manuver protektif yang diketahui sebagai strategis hedging 
  • Memasukkan keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing di pendapatan mengubah hubungan awal keuangan dan mungkin memberikan informasi yang salah kepada pengguna. Jika laporan keuangan induk perusahaan menggunakan unit perhitungan untuk laporan keuangan yang ditranslasikan, lebih disarankan untuk mengakui keuntungan atau kerugian secara cepat dalam pendapatan. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing menggambarkan peningkatan atau penurunan dalam ekuitas mata uang domestik pada investasi asing dan harus diakui.
A.    Pengembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing
Tahun
Pengembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing
Pra 1965
Praktik translasi mata uang asing pada banyak perusahaan AS dipandu oleh Bab 12 dari Accounting Research Bulletin No. 43 yang mengadvokasi metode current-noncurrent
1965-1975
Dengan menggunakan ARB No. 43 dan Accounting Principles Board Opinion No. 6 tentang penggunaan kurs saat ini untuk translasi pembayaran dan penerimaan mata uang asing.
1975-1981
FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementara.
1981-sekarang
Setelah melakukan pertimbangan mengenai FAS No. 8, FASB akhirnya mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981

A.    Gambaran Standar No.52/ Standar Akuntansi Internasional 21 
  • FAS No. 8, mengadopsi perpektif induk perusahaan dengan memberikan syarat bahwa laporan keuangan mata uang asing dipresentasikan jika seluruh transaksi mengikuti mata uang yang digunakan induk perusahaan. Standar No. 52 mengakui bahwa kedua perspektif baik induk perusahaan dan perusahaan lokal benar sebagai kerangka kerja laporan. Pada level internasional, IASB mengeluarkan keputusan parallel, IAS 21, yang sekarang berkembang untuk mengklarifikasi persyaratannya dan memecahkan masalah implementasinya. Keduanya, FAS No. 52 dan versi baru IAS 21 bertujuan untuk: (1) menampilkan, dalam laporan gabungan, hasil kerugian dan keterhubungan dihitung dengan mata uang primer yang dikonsolidasikan antara laporan induk dan anak perusahaan bisnis (dengan mata uang fungsional); dan (2) menyediakan informasi yang secara umum kompatibel dengan efek ekonomi yang diharapkan pada perubahan nilai tukar pada ekuitas dan arus kas perusahaan.
 
A.    Permasalahan Perhitungan 
  •  Dalam mengadopsi mengenai mata uang fungsional, FAS No. 52 dan IAS 21 mengakomodasi perspektif laporan baik dari induk perusahaan maupn lokal dalam laporan keuangan gabungan. 
  • Mentranslasikan neraca yang dihitung berdasarkan harga perolehan dengan nilai tukar saat ini menghasilkan sejumlah dolar AS yang bukan harga perolehan ataupun nilai lancar. Jumlah yang ditranslasikan tersebut bertentangan dengan teori deskripsi. 
  • Penyesuaian yang muncul dari laporan keuangan mata uang asing dan transaksi tertentu yang dibuat berhubungan dengan ekuitas pemegang saham, dengan cara tidak menghitung laporan laba-rugi yang berguna untuk memberikan pengguna laporan jumlah pendapatan yang lebih akurat dan tidak membingungkan. Namun beberapa tidak menyukai gagasan ini karena kemungkinan pengguna akan bingung mengenai efek tingkat fluktuasi nilai tukar pada perusahaan. 
  • Translasi mata uang asing memberikan cara untuk mengelola laba. Pertimbangkan pilihan mata uang fungsional. Saat kriteria pemilihan bertentangan dan pilihan dapat memengaruhi laporan yang dibuat secara signifikan, terdapat peluang untuk mengelola 
A.    Translasi Mata Uang Asing dan Inflasi 
  •  hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai eksternal mata uangnya telah ditunjukkan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini untuk mentranslasikan biaya asset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang cenderung berinflasi akan menghasilkan padanannya mata uang domestik jauh di bawah nilai aslinya. FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi sebelum translasi mata uang asing, karena beranggapan bahwa penyesuaian semacam itu tidak akan konsisten terhadap kerangka kerja valuasi-harga perolehan yang digunakan dalam dasar laporan AS.
B.     Trnaslasi Mata Uang Asing Dimana Saja
  • Standar Kanada (CICA 1650) fokus terhadap utang asing jangka panjang. Di Kanada, keuntungan dan kerugian dari translasi mata uang asing ditangguhkan dan diamortisasi karena tidak diakui sebagai pendapatan. Kanada telah mengeluarkan berkas exposure draft kedua yang mengajukan untuk mengeliminasi pendekatan penangguhan dan amortisasi.
  •  Di Inggris, laporan keuangan harus disesuaikan terlebih dahulu terhadap level harga saat itu lalu ditranslasikan menggunakan kurs saat ini; Amerika Serikat menggunakan kurs sementara.
  •  Jepang menggunakan metode kurs saat ini pada semua kondisi, dengan penyesuaian translasi mata uang asing yang diperlihatkan pada neraca ekuitas pemegang saham.
 
 
Sumber:
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek,International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.

BAB V Pelaporan dan Pengungkapan

Pembahasan yang akan dilakukan meliputi pengungkapan yang terkait dengan pelaporan keungan bagi pengguna eksternal. Meskipun praktik pengungkapan berbeda-beda dari suatu negara dengan negara lain, perlahan mulai timbul kemiripan.

Ratusan perusahaan telah meningkatkan pengungkapan mereka dengan :
1. Secara sukarela mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau GAAP AS
2. Mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestik dan luar negeri
3. Memberikan respons terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.
 
 Perkembangan Pengungkapan
Perkembangan sistem pengungkapan sangat berkaitan dengan perkembangan sistem akuntansi. Standar dan praktek pengungkapan dipengaruhi oleh sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya. Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan.
Dikebanyakan negara lain kepemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Pengungkapan publik tidak terlalu maju dipasar-pasar ini dan perbedaan besar dalam jumlah informasi yang diberikan kepada pemegang saham besar dan kreditor dengan yang diberikan kepada publik masih diperbolehkan.

 Pelaporan keuangan mungkin dianggap sebagai sebuah proses. Bedford mengkonseptualisasi proses ini sebagai suatu proses yang terdiri dari 4 langkah procedural:

1. Persepsi aktivitas penting dari entitas akuntansi atau aktivitas penting dalam lingkungan tempat entitas beroperasi. Yang implisit dalam persepsi tradisional adalah kepercayaan bahwa transaksi-transaksi keuangan mewakili aktivitas-aktivitas yang penting.

2. Simbolisasi aktivitas-aktivitas yang dilakukan sedemikian rupa agar tersedia database aktivitas-aktivitas, yang kemudian dapat dianalisa untuk dapat mendapatkan pemahaman mengenai hubungan timbal balik antara sejumlah besar aktivitas yang dirasakan. Secara konvensional, simbolisasi ini terjadi dalam bentuk pencatatan-pencatatan dalam perkiraan-perkiraan, jurnal-jurnal, dan buku besar-buku besar dengan menggunakan prosedur-prosedur pembukuan dan pengukuran yang telah terbentuk dengan baik.

3. Analisis terhadap model aktivitas untuk mengikhtisarkan, mengorganisir dan mengungkapkan hubungan timbal balik antara aktivitas-aktivitas dan untuk dapat melihat gambar status atau peta dari entitas. Secara tradisional, proses analisis ini dipandang sebagai proses pengembangan laporan-laporan akuntansi untuk menyediakan pemahaman mengenai sifat dari aktivitas-aktivitas entitas.

4. Komunikasi (transmisi) analisi kepada pengguna produk akuntansi untuk menuntun pembuat-pembuat keputusan dalam mengarahkan aktivitas-aktivitas entitas dimasa depan atau dalam mengubah hubungan mereka dengan entitas.

Beberapa organisasi-organisasi internasional:
1. United Nations Centre on Transnational Corporations (UNCTC), suatu badan pengumpul informasi dibawah United Nations Economic and Social Council, yang bertugas membangun system informasi yang komprehensif mengenai perusahaan-perusahaan transnasional untuk memudahkan pengawasan atas aktivitas-aktivitas mereka.

2. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), badan beranggotakan 24 negara yang menyediakan kerangka untuk mengharmonisasi kebijakan-kebijakan nasional di banyak bidang (termasuk pengungkapan).

3. Masyarakat Eropa (EC), kesatuan ekonomi regional yang ditujukan untuk mengharmonisasikan kebijakan-kebijakan ekonomi, social, fiskal, dan moneter antar Negara-negara anggotanya.

4. International Accounting Standards Committee (IASC), organisasi akuntansi profesional internasional yang didirikan untuk menyebar-luaskan prinsip-prinsip akuntansi global.

5. International Confederation of Free Trade Unions (ICFTU), salah satu organisasi buruh multinasional yang berfungsi untuk mengawasi perilaku MNC yang berdampak pada ketenagakerjaan pada masa sekarang dan di masa depan.

6. International Organization of Securities Commissions (IOSCO), sebuah organisasi yang beranggotakan pengawas-pengawas sekuritas atau bursa-bursa di berbagai Negara yang berkepentingan dengan standar-standar pengungkapan korporasi.
 
Sumber:
Choi Federick D.S dan Gary K.Meek.2005.Akuntansi internasional.edisi kelima.jakarta-salemba empat.

Tuesday, April 3, 2012

Tiba- tiba jadi lemes

Gambar diatas menyebabkan rasa semangat yang menggebu- gebu menjadi menurun drastis..
buru- buru tekan F5 ..


Bab III Akuntansi Komparatif Eropa


Bab Ini menjelaskan akuntansi Lima anggota uni eropa (UE) yaitu Repubik Ceko, Prancis, Jerman, Belanda dan Inggris. Pengetahuan khusus mengenai akuntansi di Negara-negara tersebut sangat diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan dari masing-masing  Negara.
Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (sering kali termasuk hukum dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan . Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Namun Pada praktiknya sering terjadi bayak penyimpangan yang disebabkan karena d i banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif,Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan selain itu beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Susunan standar akuntansi menggabungkan dua kombinasi, yaitu :
Sektor swasta: profesi akuntansi dan kelompok lain (pengguna dan penyusun laporan keuangan)
Sektor umum: perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi keamanan.
IFRS dalam Uni Eropa.
Persyaratan IFRS
Faktor Pembeda
Republik Ceko
Prancis
Jerman
Belanda
Inggris
Perusahaan terdaftar – laporan keuangan gabungan
diharuskan
diharuskan
diharuskan
diharuskan
Diharuskan
Perusahaan terdaftar – laporan keuangan perusahaan pribadi
diharuskan
dilarang
Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
dibolehkan
Dibolehkan
Faktor Pembeda
Republik Ceko
Prancis
Jerman
Belanda
Inggris
Perusahaan tidak terdaftar – laporan keuangan gabungan
dibolehkan
dibolehkan
dibolehkan
dibolehkan
Dibolehkan
Perusahaan tidak terdaftar – laporan keuangan perusahaan pribadi
dilarang
dilarang
Dibolehkan, tapi hanya untuk tujuan informasional
dibolehkan
Dibolehkan

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup Kebijakan akuntansi yang diikuti, penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting,Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi
PATOKAN AKUNTANSI
·         Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis dianggap sebagai pembelanjaan.
·         Goodwill merupakan perbedaan antara harga pasar dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari aset cabang, kewajiban, dan kewajiban bersyarat.
·         Goodwill diuji setiap tahun untuk memeriksa penurunan nilainya.  Goodwill yang negatif harus segera diakui dalam pendapatan.
·         Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional.  penyesuaian translasi dimasukkan dalam pendapatan periode yang sedang berjalan.
·         Aset dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasarFIFO dan beban rata-rata merupakan dasar biaya yang sesuai menurut IFRS
·         Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sementara pinjaman operasional dibebankan pada dasar yang sistematis, biasanya membayar utang pinjaman pada dasar garis lurus.
SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
1. Perancis
Akuntansi nasional Perancis diatur dalam Plan Comptable General, berisi Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan, Definisi asset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran, Aturan-aturan valuasi dan pengakuan, Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah distandarisasi, Contoh laporan keuangan dan aturan presentasinya.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
CNC terdiri atas 58 anggota yang mewakili profesi akuntansi, pegawai sipil, dan atasan, persatuan dagang, dan kelompok-kelompok sektor swasta lainnya. Sebagian besar pekerjaan tekhnis CNC dilakukan okeh komite dan staf anggota CNC. Sebuah Urgent Issues Committee tergabung CNC untuk menyelesaikan masalah-masalah akuntansi yang memerlukan resolusi yang cepat. Penunjukan dalam CNC sangat bergengsi, dan rekomendasinya sangat berbobot.
Di Prancis profesi akuntansi dan audit telah telah lama terpisah. Akuntan dan auditor Prancis diwakili oleh dua badan, OEC dan CNCC, walaupun adanya kesamaan dalam keanggotaannya. Sebaliknya, CNCC berada di bawah yurisdiksi Menteri Kehakiman.
Layaknya CNCC, lembaga tersebut berada di bawah Menteri kehakiman. Undang-undang tahun 2003 juga mewajibkan penyertaan lapoeran auditor pada kendali internal.
Laporan Keuangan
Perusahaan Perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
·         Neraca
·         Laporan Laba Rugi
·         Catatan atas laporan keuangan
·         Laporan Direktur
·         Laporan Auditor
Patokan Akuntansi
Aset-aset berwujud biasanya dihitung berdasarkan nilai perolehan, Depresiasi dilakukan menurut ketentuan pajak, biasanya dengan metode garis garis lurus atau saldo menurun, Persediaan dinilai berdasarkan nilai terendah (FIFO) atau rata-rata tertimbang, Biaya riset dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya (akrual basis), Aset-aset yang dipinjamkan tidak dikapitalisasi, dan biaya sewa dibebankan, Utang untuk kepentingan pasca-pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi, Pajak-pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode kewajiban, dan dipotong ketika pembalikan perbedaan waktu bisa diperkirakan.
2. Jerman
Akuntansi nasional Jerman diatur dalam German Commercial Code (HGB), yang berisi:
·         memungkinkan perusahaan yang mengeluarkan ekuitas atau utang pada pasar modal resmi untuk menggunakan prinsip akuntansi internasional dalam laporan keuangan gabungan mereka.
·         memungkinkan adanya penetapan perusahaan sector swasta untuk menyusun standar akuntansi bagi laporan keuangan gabungan.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penyusunan standar akuntansi keuangan, karena hanya dipahami oleh negara-negara yang bebbahasa Inggris, German Institute memberikan konsultasi tentang beragam proses pembuatan undang-undang yang memengaruhi akuntansi dan laporan keuangan, tapi persyaratan hukum merupakan kekuasaan tertinggi.
Sistem penyusunan standar akuntansi Jerman secara umum sama dengan sistem yang digunakan di Inggris dan Amerika Serikat dan sama dengan IASB. Akuntan publik resmi di Jerman disebut dengan Wirtschaftprufer atau pemeriksa perusahaan. laporan audit Jerman menekankan kepatuhan persyaratan daripada “tinjauan yang baik dan benar”.
Ada lima lemabaga yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
German Accounting Standards Committee atau GASC, Financial Accounting Control Act (Badan pengontrol kepatuhan),FREP (Dewan sector swasta),Federal Financial Supervisory Authority (Dewan sector public),WPs (Badan pemeriksa perusahaan).

Laporan Keuangan
Perusahaan Jerman harus melaporkan hal-hal berikut:
Neraca,Laporan Laba Rugi,Catatan,Laporan Manajemen,Laporan Auditor

Pengukuran Akuntansi
Metode pembelian (akuisisi) menggunakan metode penggabungan usaha,Aset dan utang dari badan usaha yang diakuisisi dinaikkan pada nilai yang ada,Aset berwujud dinilai berdasarkan harga perolehan,Persediaan dicatat pada biaya atau pasar yang lebih rendah,Depresiasi dinilai sesuai dengan penurunan tingkat pajak,Menggunakan pendekatan mata uang fungsional terhadap translasi mata uang asing,Goodwill diuji setiap tahun untuk mengetahui adanya penurunan,Pajak-pajak yang ditangguhkan biasanya tidak muncul dalam akun perusahaan pribadi, namun pajak tersebut bisa muncul dalam laporan gabungan.

Republik Ceko
Akuntansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansinya digambarkan oleh negara-negara berbahasa Jerman di Eropa hingga akhir perang Dunia II. setelah tahun 1989, ceko bergerak cepat menuju ekonomi beririentasi pasat. Pemerintah mengubah susunan hukum dan administratifnya untuk merangsang ekonomi dan menarik investasi asing.

Undang-undang dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalamEuropean Union Directives.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
·         Accountancy Act: menentukan persyaratan untuk akuntansi.
·         Fourth and Sevent Directives dari Uni Eropa: menetapkan penggunaan daftar perkiraan untuk pembukuan catatn dan penyusunan laporan keuangan.
·         Czech Securities Commission: bertanggung jawab mengawasi dan memantau pasar modal.
·         Act on Auditors: Mengatur proses audit.
·         Chamber of Auditors: mengawasi pendaftaran, pendidikan, pengujian dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit dan regulasi praktik audit seperti format laporan audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas : Neraca, Akun keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi), Catatan.
Pengukuran Akuntansi
Metode Akuisisi (pembelian),Goodwill dikapitalisasi atau diamortisasi, Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya, Persediaan dinilai pada biaya rendah (FIFO) atau metode rata-rata, Biaya riset dan pengembangan dikapitalisasi, Pajak penghasilan yang ditangguhkan diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara.
 Belanda
Belanda cukup memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Akuntansi di Belanda dianggap sebagai sebuah cabang ekonomi bisnis. Akuntan belanda juga mau menerima pemikiran asing. Merupakan penyokong awal dari standar internasional untuk akuntansi dan laporan keuangan, dan laporan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang bisa diterima.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Regulasi akuntansi di Belanda tetap bersifat liberal hingga munculnya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970 yang berisi:
·         Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang jelas dari posisi keuangan dan hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokkan dan dijelaskan dengan tepat.
·         Laporan keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman.
·         Dasar-dasar untuk penulisan asset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi harus diungkapkan.
·         Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material dari perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan tepat.
·         Informasi keuangan yang komparatif untuk periode terdahulu harus diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
      Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus meliputi hal-hal:
Kualitas laporan keuangan Belanda sangat tinggi. laporan keuangan yang menurut undang-undang harus disimpan di Belanda, tetapi di Inggris, Prancis, dan Jerman juga bisa memakainya. Laporan keuangan harus meliputi hal-hal berikut: Neraca, laporan Laba rugi, Catatan, Laporan direktur, dan Informasi lain yang sudah ditentukan.
Inggris
secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan praktik bisnis. warisan akuntansi Inggris pada dunia sangatlah mendasar. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal. Sejak tahun 1970-an, sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah EU Directives, terutama Fourth and Seventh Directive.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Undang-undang tahun 1981 memuat 5 prinsip akuntansi dasar, yaitu: Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual, Aset dan kewajiban individu dalam setiap golongan asset dan kewajiban dihitung secara terpisah, Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapkan, Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ketahun, Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang sedang dihitung.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan Inggris mencakup hal-hal: Laporan direktur, Akun Laba dan Rugi serta neraca, Laporan arus kas, Laporan keseluruhan laba dan rugi, Laporan kebijakan akuntansi, Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan dan Laporan auditor.
Penghitungan akuntansi
Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi selama kurang dari 20 tahun, Aset-aset dihitung pada harga perolehan, biaya sekarang atau gabungan keduanya, Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya, Persediaan dihitung berdasarkan FIFO atau rata-rata, Pajak yang ditangguhkan dihitung menggunakan metode hutang dengan dasar provisi penuh untuk perbedaan berdasarkan waktu. Semua perusahaan Inggris diizinkan untuk menggunakan IFRS alih-alih GAAP
Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.